Akhir-akhir ini di radio Prambors sering banget ada iklan2 sekilas, dimana mereka nanya pendapat anak2 yang tinggal di luar negeri. Terutama mengenai bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Aku selaku anak yang sudah cukup lama jauh dari orang tua, tentu sudah merasakan semua hal itu. Gak usah jauh2 ke luar negeri deh, ke pulau seberang aja udah membutuhkan banyak penyesuaian, padahal kita masih dalam satu rumpun.
Waktu aku meninggalkan rumah untuk yang pertama kalinya, aku masih sebagai anak2 yang kemana2 harus minta ijin, dan pulang ke rumah harus tepat waktu. Jadi udah wajib hukumnya untuk menginformasikan posisi setiap saat. Dan itu udah jadi kebiasaan sampai sekarang. Waktu berlalu dan mulailah aku terbiasa dengan kehidupan di luar rumah (di luar Bali), dan aku sangat kaget dan sangat merasa bersalah ketika si ibu berkata,'kamu sudah berubah ya... '.
Tanpa aku sadari, orang2 rumah selalu mengamati pola tingkah lakuku setiap hari. dan tanpa aku sadari banyak hal yang sudah berbeda. Contoh nyata, jam 8 di Jakarta merupakan jam yang masih termasuk sore. Tapi kalau di rumah, jam 8 adalah jam semua orang sudah harus di rumah. Dan aku pernah aja bersitegang ama si bapak mengenai hal ini. Tapi bapak selalu bisa menjelaskan dengan baik, dan mereka semua menerima semua pola hidupku yang baru. Pola makan, pola berpikir, pola berbicara, dan yang lainnya. Dari kecil aku memang seperti itu, dan sampai sekarangpun aku tetap seperti itu. Gak ada yang berubah pada dasarnya. Dan akhirnya ibuku menyadari hal itu. Dan semuanya baik2 saja. No problem... :)
Sebetulnya ya, terkadang sedikit merasa aneh aja dengan lingkungan. Aku termasuk orang yg susah untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang lain, apalagi kebiasaan yang tidak aku suka. Dan seperti waktu kecil lagi,kalau pulang aku main hanya ke rumah sodara terdekat (itupun atas rekomendasi ibu dan sesuai jadwal aja), kebanyakan menghabiskan waktu di rumah bersama anjing, buku, dan TV. Sudah mulai males mendengarkan pendapat orang yang keseringan udah gak nyambung ama telingaku. Kembali lagi... kakakku adalah sobatku sepanjang masa :) Disisi lain, kali ini aku merasa jadi anak bapakku banget. Aku benar2 manjadi anak yang baik di mata dia. Karena dari dahulu kala, dia senang sekali jika anak2nya tinggal di rumah :)
Aku selalu senang mencoba hal baru, cuman itu pasti ada pengaruhnya jugalah ke kehidupan pribadiku sendiri. But it's ok ... every body have their own life.