Spent weekend, Saturday night di tengah2 sobat tercinta, abang2 tersayang membuat aku tidak merasa seperti perawan di sarang penyamun :) . Malah aku merasa seperti pulang ke rumah, rumah dimana aku bisa berteriak, tertawa, belajar, membaca dengan nyaman, dengerin musik keras2, dan yag lainnya........
Mid night conversation yang seru banget tiba2 dikejutkan oleh tamu tak diundang, yaitu seekor ular.. hiiiiiiiii.. "Abang-abang, lihat deh, apa tuh, saya gak pake kaca mata... kayanya ular deh" aku tepok2 tangan abangku. "Diem Sri, diem Sri... ular...." tiba2 dia berteriak, semua para penggemar TV mencar kemana2. Saking kagetnya si ular pun melarikan diri ke bawah rak buku, yang sekaligus juga sebagai rak TV.
Lucu banget.... :) Si Pak Wajib, Bendi, mengambil ember, dan kolega se-SD,se-SMP,se-SMA nya , Tedi mengambil sapu, kemudian Untung menggebrak-gebrak rak, sampai akhirnya ularnya keluar dan melingkar seperti melindungi diri. Akhirnyapun ember menjadi tempat persinggahan dia selama 5 menit, sebelum dibuang jauh keluar pagar oleh si Pak Wajib ini. Pak Wajib satunya lagi, Oka, malah tibur dengan nyenyaknya. Maklumlah, setelah seharian yg melelahkan, pulang2 diguyur hujan kota Jakarta.
Percakapan dengan mereka sangat seru, dimulai dari hal2 yang palling konyol, hal2 pribadi, pendidikan, saham, reksa dana, bisnis, teknologi, agama, militer, negara, semuanya di ulas.... plus ditambah hujan yang mengguyur kota Jakarta, semakin asik aja :)
Ternyata, perlengkapan militer kita itu jauh banget dari standar sebuah negara, yang memiliki kawasan seluas Indonesia ini. Rudal aja kita kayanya yang punya cuman angkatan laut deh, terus meriam2 kita itu angkatan lawas semua, yang dibelinya tahun-76, mungkin juga itu terbitan perang dunia ke-2 kali ya. Singapura aja, yang besarnya se-uprit, ternyata oh ternyata, perlengkapan militernya gila juga... mungkin krn kecil kali ya, berusaha melindungi diri sebaik mungkin, krn kalo di bom sekali, gak ada tempat untuk melarikan diri lagi :d
Selama ini aku selalu bertanya pada diri sendiri, aku sering ngelihat banyak polisi lalu lintas yg bertugas di jalan raya, mereka masih muda2 sekali, berapa lama sih pendidikan yang mereka tempuh, dan apakah itu cukup ??
Pertanyaan itu dijawab oleh pak wajib Oka, selaku salah satu member Mabes Polri, ya pendidikannya cuman 6 bulan aja. Kalo dibilang cukup gak cukup sih, terus terang gak cukup, tapi ya begitu peraturannya.
Hmmnnn, menurutku sih ya, 6 bulan itu gak cukup buat membentuk jiwa patriotisme, kecuali memang dari lahir orang itu udah punya jiwa nasionalisme yang tinggi. Waktu yg cukup singkat untuk membentuk jiwa korsa, atau cukup singkat untuk memahami bahwa negara ini butuh "Anda", jadi mengabdilah pada negara "mu", jangan asal2-an.
Rak2 buku, selayaknya perpustakaan, membuat aku semakin nyaman untuk tidak tidur ampe jam 2 pagi, mulai dari buku agama, buku pelajaran, buku sosial, semua majalah ada disana, sampai buku memasak ala Belanda pun ada.
Cerita pun usai, ketika aku memutuskan utk, "Abang, saya pulang ya... saya belum nyuci di rumah :) nanti saya kesini lagi ya" keesokan paginya. "Yah Sri... tapi nanti janji ya dateng lagi, jgn kebanyakan karate :)" sahut si empunya rumah. "Ok boss!!" sahutku :d
Very nice weekend.....
Oleh Putu ( 12 November 2007 06:40:16 )
Gakpapa kan, nulisnya dimana :)
*peace*