Kesenangan baru di kota Jakarta ^^
27 07 2008
19 : 54
Ketika aku jenuh, bosan, kurang inspirasi, sedih, dan kecewa, aku akan pergi, pergi jauh menjauhi semua insan yang aku kenal. Dunia ini memang tempat hukuman, namun jika kita bisa memandangnya dengan lebih baik, mungkin kita akan menyadari bahwa dengan lahir ke dunia kita diharapkan mampu memperbaiki diri dan mengurangi dosa-dosa kita terdahulu.
Hmmm, mungkin terlihat sedikit berat pembicaraannya, namun that it is ^^
Hari ini, hari Minggu tgl 27 Juli 2008, seperti biasa aku memiliki jadwal yang sudah tersusun dari satu minggu sebelumnya. Namun, kadang-kadang sisi negatif datang menggoda, menggoda agar membatalkan segala rencana dengan memberikan ide-ide berupa sisi negatif dari yang akan dilaksanakan. Tapi untungnya, sisi positif memiliki idealisme yg cukup tinggi, dia memberikan gambaran2 yang cukup positif akan manfaat yang akan aku dapat dari hal2 yang akan dilakukan.
Jakarta, panasnya memang mampu membuat sisi negatifku serasa berkuasa, namun sayangnya hari ini hal itu tidak berlaku. Secangkir teh, sebuah donat Rp1000, dan sebuah buku Nat Geo sedikit berhasil memberiku inspirasi. Dunia ini memang kejam, tp memang begitulah adanya. Perbudakan di Afrika tetap merajalela. Sedih melihat mereka, ingin membela mereka, tapi apa daya saat ini tanganku gak sampai.
Berburu DVD merupakan salah satu kegiatan yang selalu aku lakoni sejak kos di Jakarta. Banyak manfaatnya, bisa belajar bhs Inggris, mengetahui kebudayaan dunia luar, nambah inspirasi dalam dunia sastra, dan yang lain sebagainya. Bersyukur sekali aku merasa, aku mendapatkan tiga buah DVD yang mungkin pas banget ama aku, banyak bercerita mengenai instinct, intuisi, dunia musik, buat lagu, buat puisi, menerima nasib, berjuang terus pantang menyerah, etc.
Berbicara mengenai sastra, aku punya jadwal berburu buku hari ini di Grand Indonesia. Selama perjalanan, naik turun tangga jembatan, melihat para pengemis, tukang ojek, TNI yang bermain dengan anak-anak, orang-orang yang tertawa berfoto di bunderan HI, tukang Somay, semuanya... betul-betul membuat pikiranku segar, dunia ini tidak sekejam yang aku bayangkan, meski mungkin faktanya lebih kejam malah dari bayanganku.

But, never mind. Tanganku dengan otomatis mengambil kamera kesayangan dan jeprat-jepret... terambillah beberapa foto yang menggambarkan ketenangan jalan Sudirman-Thamrin di hari Minggu. Sebetulnya banyak sekali hal-hal di kota Jakarta ini yang mampu membantu pencerahan pikiran. Tentu dengan keberanian untuk menerima dan melihatnya.
Grand Indonesia merupakan salah satu mal yang cukup besar, masih baru, new design, dan amazing, namun tetap meninggalkan hawa misterius didalamnya. Tempat ini bisa dikatakan sebagai tempat pelarianku yang baru, disana aku menemukan tempat2 yang membuat aku bernafas lega, memandangi segala kepalsuan yang tumbuh kembang disana dengan perasaan terpukau – meski sesungguhnya aku paling gak suka ama yang palsu2 – tapi cukup lumayan ide mereka untuk nyontek Odaiba, Jepang. At least, aku gak perlu ke Jepang untuk menikmati suasana seperti itu.
Banyak gambar yang menarik perhatianku, sehingga si Kodak M1033-ku cukup sibuk guna memuaskan hasrat mataku ^^

Ada kawasan mirip US, tapi bukan kawasan Bronx sie... hehehe.


Trus ada kaya Singapur, then ada mirip2 Belanda dengan kincir anginnya.
Ada mirip Japan2 juga ^^
Anyway, back to the perburuan buku. Awalnya cukup merasa tertipu, meski sebetulnya tidak. Di iklan2 diskon yang tertulis 50%, meski di belakangnya ada tulisan kecil ¡Èup to¡É, marketing triks!! Ternyata yang diskon 50% hanya komik2 jaman lawas buanget!!!!. But no problem, alhasil aku menemukan buku yang aku cari: Messiah Conspiracy, Nur Jahan The Queen Of Mughal, The Pillars of High Performance, Gajah Mada, The Cashflow Quadrant Robert T.Kiyosaki. Berapa duit??? Yah lumayan lah menghabiskan sedikit limit kartu kreditku(sebetulnya yang menakutkan adalah "berapa kilogram beratnya" -- mengingat aku anak kos yg selalu gotong2 kardus buku ^^). Gramedianya keren banget, ada tempat makannya juga. Tapi bukunya sama gitu2 aja. Aku selalu terbayang, bagaimana kalau ada sebuah toko buku yang isinya itu adalah gabungan gramedia, qubi, dan kinokuniya. Pasti keren banget, tapi... nanti gramed, qubi, kinokuniya gak laku dong ya, hehehhe.
Terlepas dari banyak hal yang memikatku disana, semua toko-toko barang mahal yang berjajar aku anggap hanya sebatas penghias sebuah pusat perbelanjaan mahal. Krn aku sering menemukan tempat membeli produk2 tersebut dengan same quality, same brand, but totally difference price ^^ -- ibu-ibu banget aku ya, selalu itung2an setiap belanja (kecuali belanja buku, hehhee)
Wao, kayanya harus segera diakhiri neh, udah banyak ceritanya. The point is... hari itu akan terlihat maknanya dari cara kita menjalaninya. So, be creative and always say ¡Èthank you¡É ^^
-Putu-
Hmmm, mungkin terlihat sedikit berat pembicaraannya, namun that it is ^^
Hari ini, hari Minggu tgl 27 Juli 2008, seperti biasa aku memiliki jadwal yang sudah tersusun dari satu minggu sebelumnya. Namun, kadang-kadang sisi negatif datang menggoda, menggoda agar membatalkan segala rencana dengan memberikan ide-ide berupa sisi negatif dari yang akan dilaksanakan. Tapi untungnya, sisi positif memiliki idealisme yg cukup tinggi, dia memberikan gambaran2 yang cukup positif akan manfaat yang akan aku dapat dari hal2 yang akan dilakukan.
Jakarta, panasnya memang mampu membuat sisi negatifku serasa berkuasa, namun sayangnya hari ini hal itu tidak berlaku. Secangkir teh, sebuah donat Rp1000, dan sebuah buku Nat Geo sedikit berhasil memberiku inspirasi. Dunia ini memang kejam, tp memang begitulah adanya. Perbudakan di Afrika tetap merajalela. Sedih melihat mereka, ingin membela mereka, tapi apa daya saat ini tanganku gak sampai.
Berburu DVD merupakan salah satu kegiatan yang selalu aku lakoni sejak kos di Jakarta. Banyak manfaatnya, bisa belajar bhs Inggris, mengetahui kebudayaan dunia luar, nambah inspirasi dalam dunia sastra, dan yang lain sebagainya. Bersyukur sekali aku merasa, aku mendapatkan tiga buah DVD yang mungkin pas banget ama aku, banyak bercerita mengenai instinct, intuisi, dunia musik, buat lagu, buat puisi, menerima nasib, berjuang terus pantang menyerah, etc.
Berbicara mengenai sastra, aku punya jadwal berburu buku hari ini di Grand Indonesia. Selama perjalanan, naik turun tangga jembatan, melihat para pengemis, tukang ojek, TNI yang bermain dengan anak-anak, orang-orang yang tertawa berfoto di bunderan HI, tukang Somay, semuanya... betul-betul membuat pikiranku segar, dunia ini tidak sekejam yang aku bayangkan, meski mungkin faktanya lebih kejam malah dari bayanganku.

But, never mind. Tanganku dengan otomatis mengambil kamera kesayangan dan jeprat-jepret... terambillah beberapa foto yang menggambarkan ketenangan jalan Sudirman-Thamrin di hari Minggu. Sebetulnya banyak sekali hal-hal di kota Jakarta ini yang mampu membantu pencerahan pikiran. Tentu dengan keberanian untuk menerima dan melihatnya.
Grand Indonesia merupakan salah satu mal yang cukup besar, masih baru, new design, dan amazing, namun tetap meninggalkan hawa misterius didalamnya. Tempat ini bisa dikatakan sebagai tempat pelarianku yang baru, disana aku menemukan tempat2 yang membuat aku bernafas lega, memandangi segala kepalsuan yang tumbuh kembang disana dengan perasaan terpukau – meski sesungguhnya aku paling gak suka ama yang palsu2 – tapi cukup lumayan ide mereka untuk nyontek Odaiba, Jepang. At least, aku gak perlu ke Jepang untuk menikmati suasana seperti itu.
Banyak gambar yang menarik perhatianku, sehingga si Kodak M1033-ku cukup sibuk guna memuaskan hasrat mataku ^^

Ada kawasan mirip US, tapi bukan kawasan Bronx sie... hehehe.


Trus ada kaya Singapur, then ada mirip2 Belanda dengan kincir anginnya.
Ada mirip Japan2 juga ^^
Anyway, back to the perburuan buku. Awalnya cukup merasa tertipu, meski sebetulnya tidak. Di iklan2 diskon yang tertulis 50%, meski di belakangnya ada tulisan kecil ¡Èup to¡É, marketing triks!! Ternyata yang diskon 50% hanya komik2 jaman lawas buanget!!!!. But no problem, alhasil aku menemukan buku yang aku cari: Messiah Conspiracy, Nur Jahan The Queen Of Mughal, The Pillars of High Performance, Gajah Mada, The Cashflow Quadrant Robert T.Kiyosaki. Berapa duit??? Yah lumayan lah menghabiskan sedikit limit kartu kreditku(sebetulnya yang menakutkan adalah "berapa kilogram beratnya" -- mengingat aku anak kos yg selalu gotong2 kardus buku ^^). Gramedianya keren banget, ada tempat makannya juga. Tapi bukunya sama gitu2 aja. Aku selalu terbayang, bagaimana kalau ada sebuah toko buku yang isinya itu adalah gabungan gramedia, qubi, dan kinokuniya. Pasti keren banget, tapi... nanti gramed, qubi, kinokuniya gak laku dong ya, hehehhe.
Terlepas dari banyak hal yang memikatku disana, semua toko-toko barang mahal yang berjajar aku anggap hanya sebatas penghias sebuah pusat perbelanjaan mahal. Krn aku sering menemukan tempat membeli produk2 tersebut dengan same quality, same brand, but totally difference price ^^ -- ibu-ibu banget aku ya, selalu itung2an setiap belanja (kecuali belanja buku, hehhee)
Wao, kayanya harus segera diakhiri neh, udah banyak ceritanya. The point is... hari itu akan terlihat maknanya dari cara kita menjalaninya. So, be creative and always say ¡Èthank you¡É ^^
-Putu-
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/26_1069_2008_07
Komentar Anda
Jalan2 ama siapa putu san ? :)
Re: Kesenangan baru di kota Jakarta ^^
Oleh Putu ( 28 Juli 2008 07:35:25 )
Oleh Putu ( 28 Juli 2008 07:35:25 )
Aku selalu menikmati jalan2 sendiri Handi san ^^