Di suatu pagi,ketika aku asik menyetrika selembar baju kerja, tiba-tiba terasa ¡Ènyet¡É dipinggang, dan cerita selanjutnyapun dimulai, yaitu sakit pinggangku kumat!
Hal pertama terpikirkan ketika aku sakit pinggang adalah ¡Èmasuk angin¡É. Kalau anginnya rada sangar dikit, dia tidak hanya menyerang kepala, pundak, lutut, dan kakiku, tapi juga ampe ke pinggang dan bokong.
Beragam usahapun dilakukan, mulai dari menggunakan bantal panas, minum yang panas-panas, pakai minyak panas, pokoknya yang panas-panas, tapi sayang beribu sayang, sakit pinggangku masih dengan senangnya bercokol selama beberapa hari. Sempat terpikirkan pemikiran cemas bahwa aku tidak bisa mengikuti kegiatan yang sudah terjadwal, tapi.... kegiatan yg satu ini aku anggap sebuah keberuntungan,yaitu kegiatan memijit orang lain yang sakit. Ternyata oh ternyata, panas yang dibangkitkan dari dalam tubuh lebih efektif mengurangi rasa sakit daripada panas-panas dari luar itu. Ketika aku memijet, secara tidak langsung tubuhku memproduksi energi panas yang bisa mengurangi rasa sakit. Alhasil aku bisa nimbrung latihan nari..... ^^
Selanjutnya,ketika aku kurang sanggup menghasilkan panas dari dalam tubuh, rasa sakit mulai menjalar kembali, tapi aku berusaha untuk melupakannya dan berusaha sebisa mungkin bergerak yang teratur dan mengurangi beban pinggang. Di saat-saat aku struggling dengan rasa sakit itu, tiba-tiba seorang teman di kantor bertanya ¡Èkamu sempat kesal banget ama seseorang gak Putu?¡É. ¡ÈHah, kesal! Gak tahu tuh,aku selalu melupakan pemikiran kesal¡É, jawabku singkat. Menurut ibunya dia,sakit pinggang bisa disebabkan oleh pikiran yang kurang menyenangkan, entah kesal yang terpendam atau pemikiran berat lainnya (aku menyebut pemikiran¡Èkurang sehat¡É itu sebagai pemikiran berat, hehe).
Menurut pendapatku, aku sih setuju-setuju aja dengan statement itu, karena ada kemungkinan benarnya juga jika dipandang dari sisi psikologis. Memang sudah menjadi teori dasar juga bahwa pikiran mempengaruhi kesehatan jiwa dan badan manusia. Makanya ada slogan ¡Èmensana in corpore sano¡É, di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yg sehat. Tentu dengan jiwa yang sehat, badan juga akan ikut sehat juga... (meski tidak selalu demikian).
Terlepas dari segala teori dan pemikiran-pemikiran lainnya, selama aku sakit pinggang, aku gak inget kalau aku pernah kesal ama seseorang atau siapa aja. Kalau mencari-cari sih... segala sesuatu yg ada di muka bumi ini berpotensi membuat perasaan kesal, cuman kembali ke cara kita menyikapinya aja. Tapi... mungkin krn itulah muncul sakit pinggang. Tidak jadi kesal, namun pikiran kesal yg terpendam itu larinya ke pinggang atau badan lainnya, hehhe (bolak balik, muter muter ngomongnya... :p)
Intinya gini, ternyata emang sakit pinggangku itu karena kelelahan dan masuk angin. Sehingga obat mujarab ¡Èlatihan nari Bali¡É dan ¡Èperegangan setelahnya¡É berhasil mengobatinya.
salam sehat,
Putu ^^
hehehhe....